|
TV KABEL Dan DAMPAKNYA PADA ANAK
Oleh :
Daliansyah, S. Pd, M. Pd
*) Daliansyah adalah guru SMK Negeri 1 Samarinda
dan Assesor Pariwisata
Diera modern ini hampir
semua orang memiliki televisi. Hampir di setiap rumah televisi hadir sebagai
tontonan baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Televisi sebagai media
audio visual sangatlah menjadi alternatif pilihan hiburan bagi masyarakat
Samarinda. Televisi bukan lagi barang mewah seperti zaman dulu, semua orang bisa
untuk membelinya dengan berbagai merek yang ada.
Sepertinya televisi sudah
sangat mengakar di dalam masyarakat kita. Setiap tontonan yang ada dilayar kaca
kadangkala menjadi tuntunan bagi sebagai kalangan. Ironisnya menjadi trend bagi
generasi muda sekarang dan akhirnya menjadi gaya hidup. Mulai dari tutur kata,
cara berpakaian, bahkan ke hal-hal yang melampuai batas. Ini tidak bisa
dipungkiri, hasil dari era globalisasi tentu memberikan dampak yang sangat besar
bagi peradaban manusia. Baik dari segi positif maupun dari segi negatif.
Sekarang ini di Indonesia
memiliki lebih dari 10 stasiun televisi baik yang dikelola oleh swasta maupun
pemerintah. Jika menggunakan antena televisi, maka semua akan bisa diakses.
Tidak hanya puas di situ saja, terobosan-terobosan dan bisnis baru bermunculan
sebagai pelengkap stasiun televisi, tidak hanya di dalam negeri, stasiun luarpun
menjadi primadona. Jika berlangganan dengan indovision hanya orang-orang
tertentu saja yang dapat menikmati. Namun sekarang dengan iuran bulan yang murah
semua orang bisa menikmatinya. Kok Bisa ? Inilah zamannya tv kabel.
Bisnis Televisi kabel
sudah merambat kota Samarinda. Hanya dengan uang muka dan bulanan yang cukup
terjangkau semua orang bisa berlangganan tv kabel. Disetiap komplek perumahan
terlihat kabel-kabel tv saling bersambung, begitu juga perumahan di
kampung-kampung, semuanya dan bahkan hampir semua orang menggunakan tv kabel.
Yang menarik lagi ada
canel-canel tertentu yang sangat menggiurkan khususnya untuk orang dewasa.
Coba bayangkan bagaimana
kalau tontonan seperti itu terlihat dan bahkan dikonsumsi orang anak-anak
generasi muda kita. Apa jadinya generasi muda Samarinda ? tidak hanya itu
trend-trend baru bermunculan dan merupakan kiblat pula bagi sekelompok orang.
Tentu berbahaya sekali.
Melihat pada kenyataan
yang ada perlu adanya suatu strategi khusus untuk menyikapi permasalahan diatas.
Dengan merujuk pada ahli di harapkan mampu untuk memberikan masukan dalam rangka
menyikapi dampak dari keberadaan tv kabel. Didalam buku Prof. Dr. Yusufhadi
Miarso, M.Sc. yang berjudul Menyemai Benih Teknologi Pendidikan , dalam
kajiannya yang dilakukan secara komprehensif atas sejumlah penelitian yang
dilakukan oleh National Institute of Public Health yang berkaitan dengan
pertelevisian menyimpulkan bahwa :
1)
Isi program televisi anak banyak mengandung kekerasan yang dibuat secara
tidak sewajarnya. 2)
Anak-anak cenderung untuk bertingkah laku agresif setelah menyaksikan
adegan yang menunjukan kekerasan.3)Anak-anak pada kelas 3 yang tidak popular, semakin bertambah usianya
semakin banyak menggunakan waktunya untuk menonton televisi.4)
Makin banyak waktu yang digunakan untuk menonton televisi, makin rendah
tingkat intelegensinya dan keberhasilan belajarnya.
Pada zaman dulu sebelum
adanya wabah tv kabel kebanyakan masyarakat menggunakan siaran local yang tidak
terlalu menjadi persoalan. Dibanding sekarang ini sungguh memprihatinkan dengan
adanya tv kebel, semua siaran dapat di tangkap. Masyarakat kebablasan untuk
menonton televisi.
Berbagai solusi dalam
menyikapi keberadaan tv kabel dan dampak yang ditimbulkan oleh siaran-siaran tv
dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Adanya pengawasan orang tua/guru.
Orang tua/guru mempunyai tugas yang sangat berat khususnya dalam mengarahkan
anak-anak yang sangat tertarik pada tontonan tv. Orang tua harus mendampingi
anak-anak saat meyaksikan acara televisi. Pembatasan dan jadwal menonton tv
harus diberlakukan pada anak-anak, sehingga mereka tidak kecanduan yang
mengakibatkan mereka kurang minat dan konsentrasi pada saat belajar di rumah.
2)
Adanya Komitmen pemerintah, pengusaha tv dan masyarakat.Pemerintah sebagai pembuat regulasi, pengusaha tv baik stasiun tv maupun tv
kabel sebagai hak siar serta masyarakat sebagai pengguna, seyogyanya harus
mempunyai komitmen bersama dalam memberikan tontonan yang sehat dan wajar bagi
masyarakat khususnya di Samarinda. Ada beberapa acara station tv yang lebih
mengejar keuntungan belaka dan banyak merugikan konsumen diantaranya Acara quiz via SMS dengan iming-iming hadiah yang menarik
: a). Menghidupkan nada sambung serta fasilitas lainnya dengan berbagai trik
menarik mulai dari kencan, do’a-do’a, ramalan dan sebagainya,
b) Siaran yang mengetengahkan aib seseorang, baik yang disengaja maupun yan
tidak yang akhirnya menimbulkan fitnah, c) Tayangan kekerasan, pencabulan, Narkoba dan sebagainya.Siaran-siaran seperti diatas seharusnya dihilangkan dan diganti dengan siaran
yang bermutu dan tidak merugikan orang lain terutama masyarakat. Semuanya dapat
diatasi dengan komitmen bersama antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat.
Untuk pengusaha tv kabel khususnya pemerintah harus selektif dalam memberikan
izin. Siaran-siaran yang dipublikasikanpun harus sesuai dan layak tonton. Perlu
adanya perda khusus. Sehingga masyarakat tidak dirugikan karena dampak penyiaran
tv tersebut. d) Mendukung televisi yang bermuatan pendidikan.
Tidak semua siaran berakibat negatif bagi masyarakat, masih banyak yang
mempunyai nilai positif. Adanya siaran yang mengacu pada pendidikan harus
mendapat acungan jempol dan dukungan dari semua kalangan. Misalnya adanya
tv-edukasi, Siaran-siaran keagamaan, berita, interaktif, talkshow, hiburan yang
mempunyai seni, olah raga, dan sebagainya. Sebagai televisi yang lebih
mementingkan edukasi menurut Prof. Dr. Yusufhadi Miarso ( 2004 : 418)
menyebutkan ada pedoman yang harus dilaksanakan yaitu : a) Program siaran harus diusahakan sesuai dengan kebutuhan para khalayak
yang dituju, b) Isi siaran harus diusahakan sesuai dengan nilai-nilai budaya yang
diterima oleh masyarakat Indonesia, c) Program siaran diusahakan untuk berkaitan dengan kegiatan yang ada di
masyarakat, paling tidak harus serasi dengan pola tindak yang ada di
masyarakat, d) Tiap mata acara diusahakan untuk dikembangkan dalam bentuk paket yang
berkesinambungan, e) Tiap program harus dibuat dengan arah dan tujuan yang tertentu.
Diharapkan dengan adanya
pedoman ini menjadi perhatian bagi pengusaha tv dalam rangka ikut mencerdaskan
bangsa.
Data Penulis :
Nama: Daliansyah, S. Pd, M. Pd
Pekerjaan: Guru SMKN 1 Samarinda
Alamat: Perum Sambutan Asri Blok I3 No. 14
Samarinda Phone : 0541 6242126 HP.
08125468727
|